Kata Orang Arif:apabila engkau mendapat wang,belikan emas;jualkan emas itu belikan intan;jualkan intan,belikan manikam;jualkan manikam,belikan ILMU.
(Hikayat Munsyi Abdullah )

Friday, April 15, 2011

WARKAH CHE GUAVERRA BUAT ANAK MUDA SELURUH DUNIA (Terjermahan bahasa Indonesia)



Kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal bersama kalian. Melewati jalanan yang padat lalu lintas, dengan iring-iringan spanduk yang panjang, kalian ketuk nurani para penguasa. Kaum yang berbaju megah, berkendaraan bagus dan punya mobil mengkilap. Kalian pertaruhkan segalanya, kesempatan untuk hidup senang, kemapanan pekerjaan, dan sekolah yang kini kian mahal. Buang segala teori sosial yang ternyata tak bisa membaca kenyataan. Keluar kalian dari training-training yang pada akhirnya tidak membuat kita paham dan mau membela orang miskin. Kupilih tinggal serta berjuang di hutan karena di sana aku kembali mendengar rintih dan suara orang yang hidupnya menderita. Andaikan aku masih diberi kesempatan untuk kembali ke negerimu pastilah aku enggan untuk duduk di kursi. Akan aku habiskan waktuku untuk mengelilingi kotamu yang padat dengan orang miskin. Akan kusapa setiap anak lapar yang menjinjing bekas botol minuman untuk mendapat uang receh. Akan aku datangi para nelayan yang kini lautnya dipenuhi oleh pipa-pipa gas perusahaan asing. Akan kubantu para buruh bangunan yang menghabiskan waktunya untuk memanggul alat-alat berat. Dan akan kutemani para buruh pabrik yang masih saja diancam oleh PHK. Tentu aku akan mendatangimu anak muda, yang resah dengan kenaikan BBM atau proyek pendidikan yang kian hari kian mahal. Kurasa aku tidak bisa istirahat jika tinggal di negerimu.


Kalau aku boleh memilih untuk melawan, mungkin sekarang ini aku akan duduk bersama kalian. Aku akan bilang kalau perjuangan bukan saja melalui tulisan, puisi, buku, apalagi setajuk proposal! Perjuangan butuh keringat, pekikan suara, dan dentuman kata-kata. Kita bukan melawan seekor siput tapi buaya yang akan menerkam jika kita lengah. Hutan rimba mengajariku untuk tidak mudah percaya pada mulut-mulut manis. Hutan rimba mendidikku untuk tidak terlalu yakin dengan janji. Aku sudah hapal mana tabiat srigala dan mana watak kelinci. Kalau kau baca tulisanku, mustinya kau bisa meyakini, kalau kekuasaan hanya bisa bertahan selama kita mematuhinnya. Kekuasaan bisa bertahan selama mereka mampu menebar ketakutan. Dan aku sejak dulu dididik untuk selalu sangsi dan curiga pada penguasa! Kalau aku bisa memilih, mungkin sekarang aku ingin berjalan dengan kalian. Menonton orang-orang pandai berdebat di muka televisi atau aktivis yang melacurkan keyakinannya. Ngeri aku menyaksikan orang-orang pandai yang berbohong dengan ilmunya. Sederet angka dibuat untuk membuat orang percaya bahwa si miskin makin hari makin berkurang. Menonton aktivis senior yang kini juga berebut untuk duduk jadi penguasa. Katanya: di dalam kekuasaan tidak ada suara rakyat maka kita mengisinya. Aku bilang, itulah para pembual yang yakin jika perubahan bisa muncul karena kita duduk di belakang meja. Demokrasi acapkali berangkat dari dalil yang naif seperti itu. Aku sayangnya tak lagi bisa memilih, untuk berdiri dan berbincang dengan kalian semua.

Anak muda, aku telah tuliskan puluhan karya untuk menemanimu. Dibungkus dengan sampul wajahku, yang tampak belia dan mungkin tampan, aku tuangkan pesan kepada kalian. Keberanian yang membuat kalian akan tahan dalam situasi apapun! Hutan melatihku untuk percaya kalau kemapanan, kenikmatan badaniah, apalagi kekayaan hanya menjadi racun bagi tubuh kita. Kemapanan membuat otakmu makin lama makin bebal. Kau hanya mampu mengunyah teori untuk disemburkan lagi. Kemapanan membuat hidupmu seperti seekor ular yang hanya mampu berjalan merayap. Kekayaan akan membuat tubuhmu seperti sebatang bangkai. Hutan melatihku untuk menggunakan badanku secara penuh. Kakiku untuk lari kencang bila musuh datang dan tanganku untuk mengayun pukulan jika aku diserang. Anak muda, nyali sama harganya dengan nyawa. Jika itu hilang, niscaya tak ada gunanya kau hidup!


Keberanian itu seperti sikap keberimanan. Jika kau peroleh keberanian maka kau memiliki harga diri. Sikap bermartabat yang membuatmu tidak mudah untuk dibujuk. Hutan membuatku selalu awas dengan ketenangan, kedamaian, dan cicit suara burung. Hutan melatihku untuk sensitif pada suara apa saja. Jangan mudah kau terpikat oleh kedudukan, pengaruh, dan ketenaran. Kedudukan yang tinggi akan membuatmu seperti manusia yang diatur oleh mesin. Kutinggalkan jabatan menteri karena hidupku menjadi lebih terbatas dan ruang sosialku dipenuhi oleh manusia budak, yang bergerak kalau disuruh. Apalagi ketenaran hanya akan mendorongmu untuk selalu ingin menyenangkan semua orang, membuat lumpuh energi perlawananmu. Ingat, racun segala perubahan ketika dirimu merasa nyaman. Rasa nyaman yang kini kusaksikan di sekelilingmu. Anak-anak muda yang puas menjadi pekerja upahan sambil menyita tanah sesamanya. Ada anak muda yang duduk di parlemen malah minta tambahan gaji! Anak muda yang lain dengan tenaganya menyumbangkan diri untuk menjadi preman bagi kekuasaan bandit. Bahkan pendidikan hukum mereka gunakan untuk membela kaum pengusaha ketimbang orang miskin. Anak-anak muda yang banyak lagak ini memang tidak bisa dibinasakan. Mereka hidup karena ada kemiskinan, keculasan kekuasaan, dan lindungan proyek lembaga donor. Aku enggan untuk berjumpa dengan anak muda yang hanya mengandalkan titel, keperkasaan, dan kelincahan berdebat. Aku ragu apakah mereka mampu serta sanggup untuk melawan arus.

Arus itulah yang kini menenggelamkan nyali kita semua. Murah sekali harga seorang aktivis yang dulu lantang melawan, tapi kini duduk empuk jadi penguasa. Murah sekali harga idealisme seorang ilmuwan yang mau menyajikan data bohong tentang kemiskinan. Murah sekali harga seorang penyair yang mau rame-rame mendukung pencabutan subsidi. Aku gusar memandang negerimu, yang tidak lagi punya ksatria pemberani. Seorang kstaria yang mau hidup dalam kesunyian dan dengan gagah meneriakkan perlawanan. Tulisan adalah senjata sekaligus bujukan yang bisa menghanyutkan kesadaran perlawanan. Kau harus berani mempertahankan nyalimu untuk selalu bertanya pada kemapanan, kelaziman, dan segala bentuk pidato yang disuarakan oleh para penguasa. Yang kauhadapi sekarang ini adalah sistem yang kuncinya tidak terletak pada satu orang. Kau berhadapan dengan dunia pendidikan yang menghasilkan ilmu tentang bagaimana jadi budak yang baik. Kau kini bergulat dengan teman-temanmu sendiri yang bosan hidup berjuang tanpa uang. Kau sebal dengan parlemen yang dulu ikut kau pilih, tetapi kini tambah membuat kebijakan yang menyudutkan rakyat. Kau perlahan-lahan jadi orang yang hanya mampu melampiaskan kemarahan tanpa mampu untuk merubah. Kau kemudian percaya kalau pemecahannya adalah melalui mekanisme, partisipasi, dan dukungan logisistik yang mencukupi. Kau diam-diam tak lagi percaya dengan revolusi. Kau yakin perubahan bisa berjalan kalau dijalankan dengan berangsur-angsur dan membuat jaringan. Gerakanmu lama-lama mirip dengan bisnis MLM.


Saudaraku yang baik! Hukum perubahan sosial sejak dulu tidak berubah. Kau perlu dedikasikan hidupmu untuk kata yang hingga kini seperti mantera: lawan! Lawanlah dirimu sendiri yang mudah sekali percaya pada teori perubahan sosial yang hanya cocok untuk didiskusikan ketimbang dikerjakan. Lawanlah pikiranmu yang kini disibukkan oleh riset dan penelitian yang sepele. Kemiskinan tak usah lagi dicari penyebabnya tapi cari sistem apa yang harus bertanggung jawab. Ajak pikiranmu untuk membaca kembali apa yang dulu kukerjakan dan apa yang sekarang dikerjakan oleh gerakan sosial di berbagai belahan dunia. Gabungkan dirimu bukan dengan LSM, tapi bersama-sama orang miskin untuk bekerja membuat sistem produksi. Tak ada yang bermartabat dari seorang anak muda, kecuali dua hal: bekerja untuk melawan penindasan dan melatih dirinya untuk selalu melawan kemapanan.


Monday, March 14, 2011

A PROMISE TO DEVI


Devi,I've got to be frank with you:

It could take you and your children

Some light years to enjoy coffee and croissant

Here at the Bangsar 'paradise'-

The place where the credo is;"I shop,therefore I am",

Where the rich flaunt their wares;

Where the clever wear

Their conscience on their sleeves;

Where experts imagine they're

The centre of the universe;

Where the expats shop

with an air of nonchalance;

Where a long-sleeved shirt costs

More than what you probably receive in a month

From the welfare department;

Where some overpaid,overfed and oversexed

Bums are loafing and loitering around;

Where they sell a lot of things for golf players;

Where they dream extravagant dreams;

Where they devour multiple scoops

of Haagen-Daz ice-cream;Where retired ministers and generals

Salve their conscience with one-cent coins

Into charity boxes;

Where legalised robbers and gangsters

Enjoy their loot.


Devi,I will hand you photos

Of your demolished 'illegal' house-

Rubble and all-

When I see you and your children next

At your sister's equally 'illegal' house

Before it too is demolished

By the agents of our oh so 'Caring Society'.


Devi,I promise I shall be there

Before the demolition of your sister's hut,

I promise;

Much as I know how sick you must be by now

Of tons and volumes of broken promises.


~FAN YEW TENG

[12 May 1942 – 7 December 2010]

Bangsar,Kuala Lumpur

8.45 pm,6th.June,1999


*Petang tadi saya menyusun meja saya di pejabat.Saya terjumpa envelop yang berisi beberapa risalah politik DAP Perak dan sekeping kertas berisi puisi diatas.Maka saya paparkan disini puisi mendiang Fan Yew Teng (FYT).

Saya mula-mula mengenali dan berjumpa mendiang FYT sewaktu beliau di undang sebagai panelis acara Debat Agung di Universiti Malaya,mungkin di tahun 1990 atau 1991,saya sudah lupa.Sewaktu saya turut turun padang menuntut Kilang Asia Rare Earth [ARE] di Papan,Bukit Merah Perak ditutup,saya kerap berjumpa dengan beliau.

Kepada saya FYT ialah antara putera Malaysia yang menyumbang kepada negara dan terkehadapan memperjuangkan nasib golongan tertindas dan terpinggir.

Monday, February 21, 2011

PROGRAM MINUM PETANG BERSAMA PUTERI REFORMASI


PROGRAM MINUM PETANG BERSAMA YB NURUL IZZAH ANWAR
Tempat:Kampung Mempateh,Lanchang
Tarikh :26 hb Februari 2011 (Ahad)
Masa :4.30 petang-6.00 petang
*Jamuan ringan disediakan.Semua di jemput hadir

Friday, February 18, 2011

PROGRAM DATO SERI ANWAR IBRAHIM

Program Dato’ Seri Anwar Ibrahim Jelajah Temerloh, Pahang 20 Februari 2011 (Ahad)
Program 1) 7.30 mlm – Solat dan Tazkirah Maghrib
Lokasi : Masjid Batu Satu, Temerloh

Program 2) 8.00 – 10.30 mlm – Jamuan Makan Malam
Lokasi : Dewan Taman Rimba, Mentakab
Penceramah: 1. YB Dato’ Seri Anwar Ibrahim
2. YBhg Dato’ Tuan Ibrahim Tuan Man
3. YB Tien Chua
4. YBhg Dato’ Seri Chua Jui Meng
5. YBhg Dato’ Fauzi Abdul Rahman
6. YBhg Cik Gu Koh

Program 3) 9.00 – 12.00 mlm – Ceramah – Ubah Sekarang / Selamatkan Malaysia
Lokasi : Tapak Markas PAS, Simpang Empat, Kerdau
Penceramah: 1. YB Dato’ Seri Anwar Ibrahim
2. YBhg Dato’ Tuan Ibrahim Tuan Man
3. YB Tien Chua
4. YBhg Dato’ Seri Chua Jui Meng
5. YBhg Dato’ Fauzi Abd Rahman
6. YBhg Ahmad Nizam Abdul Hamid

Monday, February 7, 2011


JAMUAN RAKYAT BERSAMA DATO' SERI ANWAR IBRAHIM ANJURAN KEADILAN CABANG TEMERLOH
Tarikh:20 Februari 2011[Ahad]
Tempat:Dewan Taman Rimba

Kupon-kupon berharga RM40.00 boleh didapati daripada penama-penama berikut:
1.Ahmad Nizam Hamid-019 9554246
2.Dr.Yahaya Abdul Rahman-013 9215468
3.Bung Tajuddin Ramli-019 9887111
4.Sdr.Amran-017 9264017
5.Sdr.Raja Burhan (Bob)-019 9623410
6.Sdr.Jamil -017 9151841
7.Sdr.Appu-010 9015611
Manakala yang berminat untuk membeli meja Khas/VIP boleh terus menghubungi penama tersebut diatas dengan kadar segera kerana tempat terhad

Sunday, January 2, 2011

Komentar Sepintas Lalu


Antara berita yang menggamit perhatian saya hari ini ialah pengumuman oleh Kerajaan Negeri tentang dasar baru pemilikkan tanah yang saya kira begitu berani dan bertepatan dengan waktunya.

Melalui tweeter saya membaca kenyataan YAB MB Selangor,TSKI yang mengumumkan dasar kerajaan Selangor untuk mengeluarkan geran tanah (land title/suratan hak milik) kepada mana-mana rakyat atau penduduk yang sah mendiami sesuatu tempat atau tanah dalam tempoh 10-15 tahun.

Dasar yang diperkenalkan ini tentunya perlu diberikan pujian;pada hemat saya pendekatan atau polisi kerajaan PR Selangor sangat bertepatan dengan upaya untuk membasmi kemiskinan dan berpihak kepada rakyat.Sementara Kerajaan Selangor tampaknya begitu menggalakkan dan menyediakan segala kemudahan yang mesra pelabur serta perniagaan yang tentunya bersifat lintas-sempadan (TNC) namun keprihatinan untuk membantu rakyat marhaen sesungguhnya begitu membanggakan.

Sesungguhnya salah satu daripada upaya untuk membebaskan rakyat dari kitaran puaka kemiskinan ialah melalui pemberimilikkan tanah.Dengan adanya pemilikkan tanah,nescaya rakyat dapat bermandiri yang sekali gus mengangkat harkat dan maruah sebagai rakyat negara merdeka.Saya teringat kepada usulan daripada falsafah pemerintahan Jawa,antara lain bahawa tanggungjawab pemerintah untuk mempastikan setiap rakyat punya sandang (berpakaian),papan (rumah atau tempat kediaman) dan pangan (makanan yang mencukupi).

Malah Hernando De Soto,ahli ekonomi kelahiran Peru,turut menganjurkan,didalam tesisnya bahawa upaya membasmi kemiskinan serta upaya untuk menurutsertakan rakyat didalam pembinaan ekonomi negara,antara lain ialah melalui pemilikan tanah.

Saya juga melihat dasar Kerajaan Selangor ini bertepatan dengan idealogi Ketuanan Rakyat yang dibawa oleh Parti Keadilan Rakyat.Cumanya,karenah birokrasi atau red tape harus diminimakan bagi manfaat rakyat.

*Saya akan memberikan pandangan saya dengan lebih mendalam didalam blog saya,lanailestari (http:lanailestari.blogspot.com)

Malam Damai (i) (dengan apologi buat Kelompen Pahang)



malam yang damai

ialah nikmat dari 1000 malam panjang

penuh keluhkesah

hati yang dirantai

jiwa yang bolong

apakah kasih tidak kesampaian?

atau rindu membelah pelangi senja?

jerit lolong serigala malam

adalah manifestasi

dari jiwa lara

tatkala keluh bangsa

adalah tirai embun

sirna tatkala mentari tiba-tiba malu


malam ini

biarkan aku damai dengan mimpi

bulan jatuh ke riba

dan ular cintamani membisikkan lagu cinta bangsa


lanailestari

2111@5.01 pm